Cara Manajemen Resiko trading forex

Cara Manajemen Resiko Yang Bisa lo Kerjakan Saat Trading Forex

Cara Manajemen Resiko Yang Bisa lo Kerjakan Saat Trading Forex – Manajemen Resiko adalah unsur utama yang penting digerakkan biar sukses kerjakan trading forex. Manajemen Resiko yang semacam apa yang penting dipraktikkan oleh trader forex? Apa yang perlu dicegah dalam mengaplikasikan manajemen resiko trading forex? Silakan kita baca pengkajian ini.

Manajemen Resiko Dalam Trading Forex

Manajemen resiko adalah pilar terpenting dalam trading. Orang trader mesti pikirkan ini saat sebelum mengawali trading forex. Ini bukan masalah berapakah keuntungan yang dapat dijangkau dengan orang trader, tetapi yang lebih bernilai yakni berapa lama orang trader dapat berada di pasar forex yang benar-benar bersaing.

resiko trading forex, manajemen resiko trading forex, resiko forex trading, manajemen resiko forex trading, manajemen resiko dalam trading forex

Kerap kali kita menyaksikan contoh perkara di mana orang trader yang punyai strategi trading yang baik, tetapi transaksi bisnis yang dilaksanakan bukanlah malahan menciptakan untung, tetapi selanjutnya malahan tidak untung. Ini cuman dapat terjadi seandainya orang trader punyai pengaturan uang yang jelek. Contoh yang kerap kali terjadi yakni:

Tidak memasangkan Stop Loss.

Stop Loss kekecilan, maka simpel terserang saat sebelum harga kembali arah sesuai kemungkinan awal mula trader.
Stop Loss selalu diperluas dengan keinginan tren akan kembali arah sesuai sama kemungkinan awal mula trader.

Stop Loss Cut Loss

Pokok dari ini yakni manajemen resiko yang semestinya dikenali dan digerakkan oleh tiap trader yang ingin sukses dalam lakukan aktivitas trading-nya. Di dalam masalah ini lantas, ada sejumlah elemen yang masihlah dalam kendalian orang trader, adalah misalnya:

Modal, adalah jumlah nominal uang yang ditancapkan ke account forex.
Type Rekening, adalah macam rekening yang dibuka oleh trader di broker (Standard – 100.000 unit atau Mini – 10.000 unit).
Ukuran Lot, adalah jumlah lot yang ditransaksikan.
Frekwensi, adalah berapa kerap orang trader kerjakan transaksi bisnis.
Risk Exposure, adalah berapa % modal yang berani dikorbankan tiap transaksi bisnis.

Dengan mengerti dan memastikan patokan di atas, karena itu trader dapat mengerti berapa besar resiko tiap trading dan berapa lama trader dapat bertahan pada situasi terburuk sekalinya.

Trader dapat memastikan stop loss dari patokan yang sudah dipastikan di atas, semisalnya bermodalkan US$3.000 dan risk exposure trader sejumlah 1% saja, karena itu trader dapat memastikan stop loss apabila kerugiannya sudah menggapai US$30. Pips yang dipastikan untuk stop loss lantas banyak ragam tergantung dengan jumlah lot yang ditransaksikan oleh trader.

Manajemen RRR: Risk Penghargaan Ratio

Semuanya orang mengerti kalau taruhan yakni tidak bagus buat dilaksanakan, dan secara statistik lantas, penjudi merasakan kekalahan makin banyak dalam judi. Trading forex bisa ke arah ke apabila dilaksanakan secara spekulatif tanpa memanfaatkan analisa dan manajemen resiko yang betul.

Baca Juga :   Apa Itu Spread Dalam Trading? Ini Penjelasannya

Ada sebuah rancangan manajemen resiko yang disebut Risk Penghargaan Ratio (RRR), adalah perbedaan di antara resiko dengan hasil diinginkan dari tiap transaksi bisnis. Rata-rata rasio RRR dipastikan di antara 1:2 atau 1:3 atau pada situasi tersendiri kali saja 1:1, untuk perbedaan resiko sebanding hasil.

Dengan memanfaatkan rasio 1:3 semisalnya, karena itu maknanya untuk tiap resiko sebesar US$100 yang dapat di toleransi oleh trader, trader menginginkan keuntungan sebesar US$300.

Karena ada rasio ini, sampai sekalinya apabila trader merasakan jumlah kekalahan dan kemenangan yang serupa, trader selalu mendapatkan keuntungan 3x lipat semakin besar ketimbang rugi yang diterimanya.

Apabila manajemen resiko ini dibarengi dengan strategi trading yang bagus, bukan mustahil rasio kemenangan semakin besar dari 50%.

Bila siasatnya baik, kenapa tidak memasangkan rasio yang lebih agresif saja seperti 1:4 atau 1:5? Dengan memasangkan RRR secara agresif, keuntungan sasaran akan jadi lebih susah dijangkau, dan kerap kali saat sebelum pasar dekati sasaran keuntungan, akan kembali dan malahan berkaitan stop loss.

Resiko yang lain yakni jumlah transaksi bisnis akan menyusut karena trader condong menanti sasaran keuntungan besar teraih, dan pastinya akan memerlukan waktu.

Tentukan Keluar Rencana

Banyak strategi yang membicarakan berkaitan posisi masuk atau entry rencana, tetapi tentukan posisi keluar atau keluar rencana pula sama keutamaan dengan tentukan posisi masuk, atau sampai lebih bernilai, karena keuntungan atau loss yang kita terima, itu benar-benar tergantung dari harga saat keluar posisi transaksi bisnis.

Trader bisa memanfaatkan manajemen resiko RRR menjadi dasar untuk memastikan posisi keluar, baik take keuntungan atau stop loss. Sebaiknya pula sasaran ini diuraikan dalam diagram saat kerjakan order.

Memasangkan sasaran secara psikis cuman dapat dilaksanakan seandainya trader telah sungguh-sungguh bisa kuasai ke-3  pilar trading dengan bagus (Mind, Money, Metode). Ada banyak hal yang dapat diperhitungkan:

Tidak boleh dibiarkan lo terkuasai emosi dan mengganti stop loss awal mula lo. Rata-rata saat harga dekati stop loss, karena itu secara insting ketakutan (fear) trader akan coba bertahan dengan melebarkan stop loss. Berikut ini yang membuat ide dan manajemen resiko jadi acak-acakan, dan rugi akan jadi lebih besar dari yang dijadwalkan.
Tidak boleh dibiarkan lo terkuasai emosi dan mengganti sasaran keuntungan awal mula lo. Serupa dengan point awal kalinya, tetapi ini kali emosi yang menguasai yakni keserakahan (greed), di mana trader ingin mendapat untung berlebihan dengan mengganti sasaran keuntungan.

Susunlah Trailing Stop lo. Ini untuk mengoptimalkan keuntungan yang bisa lo capai. lo cuman perlu menempatkan posisi stop loss lo semakin tinggi apabila harga sudah bergerak naik. Apabila harga mendadak kembali turun lantas, lo masih tetap dapat mendapat keuntungan atau sedikitnya impas.

Strategi Manajemen Resiko Dalam Posisi Tidak untung

Sesudah kita memastikan batas resiko yang bisa kita mengambil setiap waktu transaksi bisnis, pada sisi selanjutnya silakan kita ulas strategi yang bisa diimplementasikan saat kita hadapi kondisi di mana posisi yang kita mengambil merasakan rugi atau floating loss.

Dalam transaksi bisnis forex betul-betul gak dapat disangkal ada masanya harga bergerak tidak ikuti analisa yang kita kerjakan, berikut strategi yang dapat lo putuskan untuk menghadangnya.

Baca Juga :   Apa Itu Forex? Dan Bagaimana Cara Kerjanya

#1 Strategi Bertahan
Dalam strategi bertahan, maknanya lo membebaskan posisi transaksi bisnis yang punya lagi tidak untung tanpa bertindak apapun. Ini bisa dilaksanakan apabila lo punyai Ekuitas yang besar, karena bahwasanya tidak ada yang bisa mengerti berapa besar dan berapa lama kita akan merasakan kemampuan rugi ini.

Strategi ini berdasar pada pemikiran kalau seberapapun jatuh satu harga bergerak, di suatu saat akan balik ke harga di mana kita ambil posisi transaksi bisnis.

Jangan sekalipun memanfaatkan strategi ini bila uang yang lo punya benar-benar terbatas, karena sangat banyak trader yang merasakan kemunduran karena memanfaatkan strategi ini. Yakni lebih bagus apabila kita terima kekalahan dan coba ambil posisi transaksi bisnis yang baru.

Contoh strategi ini yakni apabila kita buka posisi Buy JPY/USD dengan harga 116,00 dan saat harga sekarang ini 115,00, kita sudah merasakan floating loss sejumlah 100 pips, tetapi kita tidak kerjakan apa saja dan mengharap harga akan selekasnya kembali lagi ke posisi 116,00 serta semakin tinggi kembali, maka kita mendapat keuntungan.

#2 Stop Loss atau Cut Loss
Strategi Stop Loss ini memiliki arti yakni terima kekalahan dalam batasan tersendiri. Sama yang sudah dijabarkan di atas, sampai saat sebelum trader mengawali trading lantas baiknya tentukan batasan resiko yang dapat diterimanya.

Dengan memastikan titik stop loss, karena itu saat harga bergerak sejumlah pips berbalik arah dengan posisi yang kita mengambil, karena itu kita dengan cepat tutup posisi itu dan terima kekalahan.

Contoh pelaksanaan strategi ini yakni apabila kita buka posisi Buy JPY/USD dengan harga 116,00 dan saat harga sekarang ini 115,50, karena itu kita akan selekasnya tutup posisi kita dan jual mata uang itu. Bila kita mendapatkan nilai jual 115,50, maknanya kita terima rugi sejumlah 50 pips.

#3 Stop Loss And Switch
Strategi Stop Loss And Switch atau dikenal juga menjadi Cut and Switch, yakni strategi untuk terima kekalahan sekalian untuk buka posisi transaksi bisnis yang baru dengan keinginan untuk dapat mendapat keuntungan yang dapat tutup rugi yang kita rasakan awal kalinya.

Perumpamaannya, apabila kita buka posisi Buy JPY/USD dengan harga 116,00 dan saat harga sekarang ini 115,50, karena itu kita akan selekasnya tutup transaksi bisnis kita dan buka transaksi bisnis baru, adalah transaksi bisnis jual dengan harga 115,52 dan menginginkan harga akan selalu bergerak turun, maka kita dapat mendapat keuntungan.

#4 Hedging
Strategi Hedging yakni sebuah tehnik yang umum dipakai untuk meminimalisir rugi. Strategi Hedging adalah strategi penguncian, yang maknanya apabila harga bergerak berbalik arah dengan posisi yang kita punya karena itu kita akan selekasnya buka posisi baru yang berbalik dengan posisi awal mula, tanpa tutup transaksi bisnis yang kita kerjakan awal kalinya.

Bila kita pertama punyai posisi buy, karena itu kita akan kerjakan transaksi bisnis sell yang baru tanpa tutup posisi buy yang kita punya.

Perumpamaannya, apabila kita buka posisi Buy JPY/USD dengan harga 116,00 dan saat harga sekarang ini 115,50, karena itu kita akan kerjakan transaksi bisnis sell yang baru dengan harga 115,50 maka kita punyai 2 biji posisi transaksi bisnis yang terbuka.

Baca Juga :   Hukum Trading Forex Dalam Islam, Halal atau Haram?

Bila hal semacam itu terjadi, karena itu ke mana pun harga bergerak, rugi kita sekedar sejumlah 50 pips. Hal semacam itu muncul lantaran satu posisi kita selalu akan merasakan rugi sementara satu posisi yang lain merasakan keuntungan yang bila dihitung karena itu keseluruhannya selalu akan rugi sejumlah 50 pips.

Trader bisa ulangi cara hedging hingga resiko bisa diminimalisir, walau demikian strategi ini mestinya dilaksanakan oleh trader professional, dan terkadang lantas trader professional pula malas kerjakan strategi ini. Lebih simpel bila lo terima rugi dan coba cari keuntungan dari transaksi bisnis sesudah itu.

#5 Average
Strategi Average atau Averaging yakni kerjakan transaksi bisnis baru yang persis sama dengan transaksi bisnis lama. Strategi ini lumayan simpel, adalah trader cuman perlu menambah tempatnya dengan arah mendapat keuntungan lebih. Umumnya ada 2 macam strategi Averaging:

Averaging Down, adalah trader menambahkan tempatnya saat harga bergerak berbalik arah dengan prakiraan awal mula.
Averaging Up, adalah trader menambahkan tempatnya dengan harga yang semakin tinggi, saat harga bergerak naik.
Terutamanya dalam strategi Averaging Down, Strategi ini perlu ekuitas yang lumayan kuat karena tidak orang lantas tahu hingga kapan harga akan berbalik arah dengan posisi yang kita punya. Strategi ini dapat datangkan keuntungan yang besar sekali apabila selanjutnya harga sungguh-sungguh kembali arah sesuai sama prakiraan analisa kita.

Perumpamaannya, apabila kita buka posisi Buy JPY/USD dengan harga 116,00 dan saat harga sekarang ini 115,50, karena itu kita akan kerjakan buy JPY/USD kembali ke harga 115,50, Apabila harga turun terus hingga ke 115,00 lantas, kita akan kerjakan buy kembali dengan harga 115,00 itu.

Apabila kedepannya harga akan bergerak kembali lagi ke angka 116,00, karena itu bahwasanya kita telah mendapat keuntungan sejumlah 150 pips, adalah dari transaksi bisnis buy di 115,00 sejumlah 100 pips, dan dari transaksi bisnis buy di 115,50 sejumlah 50 pips, apabila harga selalu bergerak naik ke atas angka 116,00, karena itu keuntungan yang kita peroleh lantas kian besar.

Tetapi penting dicatat pula, dengan memanfaatkan cara ini, apabila harga selalu menambahkan pengurangannya, karena itu kemampuan rugi kita pula kian besar. Besarnya nominal keuntungan dan rugi yang kita capai dari strategi ini lantas tergantung dengan jumlah lot yang kita membuka untuk averaging dengan harga yang berlainan juga.

Keutamaan Manajemen Resiko Dalam Trading Forex
Tersebut strategi manajemen resiko yang bisa lo jalankan, baik apabila lo belum mengawali trading forex, ataupun saat lo sudah ada di posisi nyangkut saat kerjakan trading forex. Dengan mengerti bermacam tehnik atau strategi yang bisa lo kerjakan dalam jalankan kegiatan trading, mudah-mudahan bisa berikan fungsi buat sehari-hari lo jalankan trading forex.

Pengen menjadi pedagang yang professional (profesional trader) dan bisa kemampuan keuntungan lebih dari berdagang mata uang, emas dan hasil bumi?

Sudahkah lo menyediakan manajemen resiko saat lo kerjakan trading forex? Silakan beritahukan pengalaman lo dan tahapan di mana lo ada saat ini dengan menulis komentar di kolom ini. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.